Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Nggak Kenal Maka Nggak Tau

oke sobat fandy arya  yang selalu senyum dan baik hati nya
mungkin sob kali ini gua mau ceritaiin tentang biografi gua

baiklah sob yang terutama dan yang pasti nya namakan
hehe
nama gua sob fandy arya   alhamdulillah sob dari gue lahir ampe  sekarang nama gua tetap fandy arya   nama tersebut sob di buat oleh kakek gua
sebelum gua lahir sob nama itu udah di buat ama kakek gua tapi bukan fandy arya  awal nya dahulu kalo nggak salah fandi ahmad terus bapak gua yang merubah sob karena nama fandi ahmad itu udah pasaran
hehehe
terus sob pas gua lahir pada malam kamis tanggal 30 desember 1993 alhamdulillah sob gua langsung di mandiin ma bu bidan lalu di azan ma ayah gua sob setelah itu di azan ma kakek gua juga sob
maka dari itu sob gua orang nya ganteng dan imut imut
hehe
setelah dua bulan kelahiran gua sob gua jatuh sakit  lalu gua di rawat di RS charitas palembang sob
gua di rawat selama 2 mingggu sob di RS itu
semua keluarga gua nangis semua sob terutama mama dan ayah gua tercinta semua pada pasrah kepada allah swt sob karena gua sakit nya udah terminal sob dan RS pun sudah menolak perawatan nya karena tidak sanngup merawat si bocah yang imut imut ini ( gua )
hehehe
udah setelah itu ayah dan mama dapat penjelasan dari dokter yudi kata nya "anak bapak dan ibu gak bisa kami tolong karena semua obat telah kami berikan tapi tidak ada perubahan" kata mama gua sob

udah setelah dapat penejelasan seperti itu sob ayah dan mama memebawa gua pulang kampung sob dengan kodisi gua terminal..
setelah sampai di tanah beta sob gua langsung di rawat ma mbah joyo obat yang di berikan mabah sob sangat trdisional yaitu daun jambu biji sob itu doank sob obat nya
seakan akan tidak meyakinkan sob obat tersebut setelah minum obat itu gua ma alhamdulillah sob sehat wal afiat..

maka dari itulah sob gua orang nya sangat di sayang ma ayah dan mama karena susah nyari anak yang baek dan ganteng kayak gua sob
hehe

oke sobat fandy arya   yang mudah tersenyum kita lanjut ke dunia pendidikan gua ya
umur 4 tahun sob gua udah sekolah TK.abaasyiah di sanalah sob gua tau yang nama nya hurup A ampe Z
setelah tamat dari Tk gua dapat peringkat 1 sob

lalu gua lanjut sekolah ke SDN 2 karang dapo sob
pendidikan gua amat kejam sob mungkin beda dengan kalian
gua sob waktu sd kalo nggak dapat peringkat 1,2 dan 3 gua ma nggak di suruh makan ma ayah sob
maka dari itu gua rajin belajar sob
alhamdulillah sob selama sd gua dapat peingkat 1 dan 2 terus

setelah itu gua menimba ilmu ke level SMPN 1 karang  dapo sob
semakin tinggi level sob semakin kejam pendidikan yang di berikan ayah sob
alahamdulilah sob meski kejam ajaran ayah gua itu berarti banget buat gua sob
alhamdulillah selama SMP gua juara umum terus sob di dan yang sangat gua banggakan sob sewaktu gua masih smp dulu gua menjadi pemain bulu tangkis terhebat di smp lalu gua di kirim ke kota lubuk linggau sob untuk mengikuti pertandingan bulu tangkis
alhamdulillah sob berkat perjuangan gua ma dukungan teman teman, keluarga dan yang terutama ayah gua sob. gau dapat juara 1 sob dan dapat sertifikat dan uang pembianaan..
lumayan sob uang ny buat beli es hehhe

singkat cerita sob setelah SMP gua lanjut sekolah di pondok pesantren modern al ikhlas
di sanalah sob cerita suka dan duka yang gua alami yang buat gua mengerti akan susah nya hidup di dalam penjara suci ..
mseki banyak tangis nya sob banyak juga tawa yang gua alami di sana..
jujur sob ya gua gak pernah belajar di pesantren karena di sana gak ada ayah yg selalu memotivasi untuk belajar mungkin di sanalah ayah sangat kecewa dengan putra nya karena gua berubah 60 % dari Smp
sob
tapi alhamdulillah sob gak terlalu turun prestasi gua
bulan berganti bulan akhirnya ketemu juga sob ujung waktu hidup di perjara suci ini
yaa semua orang pada bertangisan mau ninggalin ini tapi gua ma senang banget sob karena bisa hidup bebas tapi ada juga sedih nya sob
hehe

lalu gua melanjutkan kuliah di POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG sob
alhamdulillah gua di terima kuliah di sini dan berjalan ampe sekarang sob

udah dulu sob cerita dari gua


Kamis, 10 Januari 2013

BOSAN HIDUP


Okee sob..
kisah ini saya baca di sebuah blogger baiklah unutk berbagi cerita langung aja...!!

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji,

“Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.

Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.

Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo.

Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.


Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan.


Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.


“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.


“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.


“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”


“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi ustadz yang satu ini aneh. malah Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang.

Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.

Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.

Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini “.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya.

Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Apa yg terjadi memb, melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata

“Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok.. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kepasrahan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.

Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan. percayalah .. Allah bersama kita.”

Lalu Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini ……

Rabu, 19 Desember 2012

CERITA INSPIRATIF




Judul : Bosan

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"

...
Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu :"Contohnya? "

Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Jumat, 14 Desember 2012

PERJUANGAN SEORANG GURU


    Disuatu tempat, ada daerah terpencil, di daerah itu terdapat dua desa yang selalu bermasalah. Sering terjadi bentrokan, tawuran, penyerangan-penyerangan. Semua itu diakibatkan karena perebutan selahan tanah dan persaingan antar siswa. Sudah lima tahun mereka tidak pernahbersosialisasi dan dua tahun terakhir akibat dari bentrokan itu tiga orang siswa meninggal dunia.
Desa itu adalah desa Pancabakti dan desa Sukasari. Desa Sukasari adalah desa yang paling menentang dan tidak pernah mau mengalah. Tapi ada seorang wanita berusia 20 tahun. Namanya Saskia Artha Mulya, ia sekolah dikota, ia tinggal dikampung sukasari dan ia ditugaskan untuk menjadi guru di desa Pancabakti yang pendidikannya kurang. Saat orangtuanya tahu, kalau anaknya menjadi guru di desa Pancabakti mereka langsung menyarankan agar Saskia tidak pergi ke desa itu apalagi jadi seorang guru. Tapi, Saskia tetap ingin menjadi guru disana.
Hari pertama ia mengajar ia sudah di tolak oleh penduduk dan mahasiswa Pancabakti, SMP 08 itulah nama sekolah yang ia ajari. Mahasiswa-mahasiswa itu tidak suka pada Saskia, karena Saskia salahsatu penduduk dari desa Sukasari. Semua penduduk benci kepada dia, sampai sampai saat Saskia pulang dari sekolah ada penduduk yang melempar telur busuk ke kepalanya, tapi Saskia hanya tersenyum dan berkata, “aku takan menyerah, ini hanya awal dari keberehasilan.”
Semakin banyak hari yang terlewati dan semakin banyak perjuangan yang ia lakukan, ada dua orang mahasiswa yang suka pada dia, Namanya Fika dan Rara. Fika adalah anak dari salahsatu penentang desa Sukasari. Saat ayahnya tahu kalau anaknya dekat dengan Saskia ayahnya langsung marah. “Fika apa kamu tidak sadari kalau yang kamu dekati sekarang adalah salahsatu penduduk dari Sukasari, dan apa kamu tidak tahu kalau Sukasari itu musuh bubuyutan kita dari dulu.” Fika menjawab, “tapi bu Saskia itu baik, pak ! dia mengajarkan yang terbaik untuk kami.” “yang terbaiiikk ? ?, sejak kapan kamu melawan ayah ?, apa ini yang terbaik ?” jawab ayahnya. Dengan gugup Fika menjawab,, “tiii..dak.. ayah, bukan ituu, Fika hanyaa…. “   “DIAM ! ! kalau kamu masih dekat dengan penduduk desa itu, ayah akan mengusirmu dari rumah ini.” Fika pun menangis dan berjanji tidak akan mendekati lagi gurunya itu,,
Saat disekolah Fika terlihat ketakutan dan lesu, “Fika kenapa ?”, tanya bu Saskia. “tidak apa apa buu..” jawab Fika sambil lari. Waktu pulang sekolahpun tiba.. saat bu Saskia beranjak keluar, tiba tiba ia melihat SMP 06 dimana nama sekolah dari desanya dan SMP 08 sedang tawuran. Akibatnya, motor yang ia pakai untuk transportasi dari rumah ke sekolah hangus dibakar dan akhirnya dia hanya berjalan kaki menyusuri sungai, dia berpikir bagaimana cara agar mempersatukan dua desa itu..
Dan akhirnya pada suatu hari ia menyebarkan undangan kepada seluruh penduduk Pancabakti untuk menghadiri acara ulangtahun SMP 08 yang ke-18, sedangkan untuk desa Sukasari ia mengundang seluruh penduduk Sukasari untuk menghadiri syukuran atas nikmat yang ia dapatkan.
Dan akhirnya waktu itupun datang, dan semua penduduk yang hadir kagett!! Ternyata kalau mereka dipertemukan ditempat yang sama. Akhirnya mereka saling cekcok dan suasana pun menjadi gaduh. Saskia pun naik ke panggung dan berpidato,
“ demi tuhan, saya sedih melihat kita begini, kalian tidak pernah berpikir bagaimana generasi generasi kita nanti , jika tahu kalau kita terus begini, kenapa harus bentrok, tawuran.. masih banyak cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah, tidak perlu dengan bentrokan atau tawuran. Sebenarnya saya setiaphari menangis teriris karna melihat betapa bodohnya kita dalam menghadapi masalah, setiap saya menangis, hati saya selalu bertanya apa tidak ada rasa kasihan pada anak generasi kita? ? apa tidak ada rasa cinta pada negeri ini ?  negeri yang sangat sulit untuk bisa mencapai seperti ini. Kita sudah ‘merdeka’, jadi buanglah ego kalian, untuk para orangtua, kalian sudah sangat berumur, kenapa hanya dengan selahan tanah kalian bisa bentrok ? apa kalian tidak berpikir atau merasa kalau keputusan yang diambil tidak sesuai dengan umur atau kedewasaan kalian. Untuk para mahasiswa, jangan karena kalah persaingan kalian tawuran. Kalian generasi ini, kalian yang menentukan bagaimana negeri ini kedepan, kita semua CINTA INDONESIA, dengan itu saya mohon kita harus sejahtera tanpa terjadi bentrok atau tawuran. “
Saat pidato berlangsung Saskia menangis, dan semua penduduk dari dua desa itu terharu dan bertepuk tangan,,,,
Akhirnya, kedua desa itu hidup tentraam dan aman tanpa adanya bentrok dan tawuran.
 

Rabu, 12 Desember 2012

Cerpen Persahabatan Sedih



Baiklah... Agar tidak berlama-lama lagi dalam membuka basa-basi dalam artikel cerpen persahabatan sedih, maka secara lengkap Anda bisa menyimak isi cerpen persahabatan sedih tersebut secara lengkap dibawah berikut ini:
Judul: Hancurnya Sebuah Harapan
Karya: Karya Mira Diana Afianti

Sebuah persahabatan yang ku jalani ini cukup bahagia, ku tak bisa lupakanya. Meski mungkin sebentar lagi kita akan berpisah. Dan mungkin janji kita sekarang dan nanti masih berlaku, namun setelah beberapa lama dan telah nyaman dengan teman baru, janji itu hanya akan menjadi janji belaka.

Sebuah harapanku sebelum kita berpisah, aku ingin kita membuat sebuah kenangan yang mungkin tidak akan pernah hilang. Aku ingin mencoba mencapai kesuksesan bersama sahabat-sahabatku. Namun apa daya, tidak semua orang tua kami mengizinkan untuk meluangkan waktu di luar sekolah bagi kami untuk latihan.

Aku sungguh berharap, rencana, angan-angan, harapan ini akan terjadi dan kita sukses tanpa bantuan siapapun, tetapi hanya dengan modal seadanya dan usaha yang keras. Tetapi harapan kita terhalangin dengan tidak di izinkanya oleh orang tua. Apa harus harapan ini hancur hanya karna orang tua yang melarang? Sedih hatiku menerima kenyataan inii, sungguh sakit hatiku menelan kenyataan pahit ini.

Baru saja di hari ini kami bahagia, meski sedikit sedih karena salah satu sahabat kita tidak bisa datang dan kumpul bersama di karenakan sakit. Dan aku sungguh tidak menyangka, di hari ini, di saat salah satu teman kita tidak hadir, dan di situ pula akhir dari semua harapan yang telah kita bangun bersama demi mencapai keberhasilan yang utuh dan abadi.

Semua telah berakhir disini, sekarang kita hanya bisa bersabar menghadapinya, semoga di lain hari dan waktu, akan ada keajaiban yang datang, yang dapat membuat kita menyusun kembali kepingan-kepingan harapan yang telah hancur berkepeing-keping...

Selamat tinggal harapanku, semoga ada hikmah dibalik semua ini. Semoga kami akan menemukan sebuah harapan yang lebih baik untuk kita semua. Atau ada keajaiban datang utuk menumbuhkan kembali harapan-harapan yang telah hancur, dan takan ada lagi halangan yang menimpa. Amin.